Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019
WAKTU Apakah sesungguhnya waktu itu? Benarkah waktu itu eksis? Waktu "ada" karena adanya dimensi ruang. Kita mengenal "waktu bumi" karena tinggal di planet bumi dimana semua "waktu" diukur dari pergerakan bumi mengitari porosnya (hari), bulan mengelilingi bumi (bulan) dan bumi mengitari matahari (tahun). Tapi di angkasa yang bebas dari gravitasi maka ukuran waktu menjadi lebih kompleks dan relatif lagi. Kita hidup dalam batasan2 ruang dan waktu. Evolusi pada tingkat yang paling tinggi dari makhluk berwujud adalah untuk terbebas dari ruang dan waktu. Abadi dan ada dimana-mana. Itulah yang dalam bahasa agama disebut dengan istilah Tuhan. Tapi Tuhan yang ada dalam pikiran kita bukanlah Tuhan yang sebenarnya karena semua pikiran kita cenderung palsu karena masih terbelenggu oleh dimensi ruang waktu. Untuk mengenal Tuhan harus terbebas dari ruang waktu. Dan monad kita butuh waktu sekitar 4,32 milyar tahun untuk bisa mengenali DiriNya sendiri itu. Saat itulah ke...
TIDAK ADA LAGI KAFIR DI INDONESIA Munas NU menghasilkan sebuah fatwa menarik : tidak ada lagi kafir di Indonesia. Orang boleh berbeda agama, tetapi semua masyarakat Indonesia tidak ada yang layak disematkan kata kafir. Bagi yang bukan beragama Islam, NU menyebutnya non-muslim. Artinya bagi warga NU, mengkafirkan orang lain sama dengan berbuatan buruk. Sebab kafir atau tidaknya orang lain, itu semata hak Allah. Bukan hak manusia. Menurut sebagian ahli, dalam Alquran kata kafir disematkan kepada kaum yang jelas-jelas menentang Nabi. Mereka yang bertemu Nabi, melihat cara hidupnya, mendengar ajarannya langsung, tetapi malah melawannya. Kepada merekalah predikat kafir disematkan. Sedangkan pada orang yang berbeda agama yang hidup di Madinah misalnya, Rasul tidak pernah menyebut mereka kafir. Apa yang dihasilkan para kyai dan sesepuh NU ini, pasti membuat beberapa orang protes. Khususnya mereka yang beragama dengan cara membenci. Coba lihat, semua yang kebakaran celana dalam orangnya itu-it...